Kenapa Finishing Cat Duco Jauh Lebih Mahal dari HPL? Ini Rahasia Workshop Kami
Pernah heran mengapa lemari dengan ukuran sama bisa berbeda harga hingga dua kali lipat hanya karena jenis finishing-nya?
Pernahkah Anda mengajukan rancangan pembuatan lemari pakaian atau kitchen set ke sebuah vendor interior, lalu terkejut saat melihat dua opsi harga dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB)? Skenarionya kerap terjadi seperti ini: Anda meminta dua buah lemari (wardrobe) dengan material dasar kayu yang sama, ukuran dimensi yang persis sama, dan fungsi yang identik. Namun, saat opsi finishing diganti, harganya meroket. Lemari dengan finishing HPL harganya masuk akal, sementara lemari dengan finishing Cat Duco harganya nyaris dua kali lipat lebih mahal.
Sebagai konsumen awam, pertanyaan yang pertama kali terlintas di benak pasti, "Mengapa bisa semahal ini? Bukankah ukurannya sama-sama dua meter persegi? Apakah saya sedang dicurangi oleh vendor interior?"
Keraguan ini sangat wajar. Masyarakat umum terbiasa menilai harga furnitur secara volumetrik. Padahal, dalam industri furnitur kustom kelas atas, nilai jual sebuah karya tidak hanya bersandar pada material dasar kayu yang digunakan, melainkan lebih menitikberatkan pada proses finishing, dedikasi waktu penyelesaian, tingkat kesulitan teknis, kualitas hasil akhir visual, serta yang tak kalah penting: risiko kegagalan pengerjaan.
HPL adalah singkatan dari High Pressure Laminate. Seperti namanya, material ini adalah lapisan tipis yang diproduksi secara fabrikasi masal di pabrik. Wujud akhir HPL ketika tiba di workshop kami adalah lembaran-lembaran fleksibel namun kuat.
Berbalik 180 derajat dari HPL, Cat Duco bukanlah benda padat atau lembaran siap pakai. Cat Duco adalah sebuah teknik pengecatan atau pelapisan menggunakan bahan dasar cairan kimia cat. Cat tersebut disemprotkan (di-spray) berulang kali ke permukaan kayu menggunakan alat semprot (spray gun) dan tekanan dari kompresor udara.
Proses mengerjakan furnitur berlapis HPL ibarat merakit pakaian yang kainnya sudah jadi. Pekerjaan ini dikerjakan oleh tukang kayu konvensional dengan tahapan lurus yang sangat efisien. Untuk satu lemari pakaian berukuran standar, pengerjaan finishing HPL bisa diselesaikan tuntas oleh dua orang tukang kayu dalam waktu 3 hingga 5 hari saja.
Sebaliknya, Mengerjakan Cat Duco bukanlah pekerjaan tukang kayu konvensional. Begitu tahap perakitan kotak lemari selesai, lemari diserahkan ke Tim Spesialis Finishing (Tukang Cat). Tahapannya sangat panjang, berulang, dan dipenuhi pengamplasan yang melelahkan mulai dari dempul, epoxy, warna dasar, warna utama berulang-ulang, clear coat, hingga proses poles kompon. Untuk lemari ukuran persis sama dengan lemari HPL tadi, proses penyelesaian Cat Duco bisa memakan waktu antara 14 hingga 28 hari kerja.
Perdebatan mengenai harga Cat Duco versus HPL pada akhirnya bukan soal mana material yang mengalahkan yang lain, karena keduanya bermain di zona utilitas dan kelas psikologis yang berbeda sama sekali. HPL adalah anak emas era efisiensi manufaktur, sedangkan Duco adalah pewaris seni kerajinan tangan (craftsmanship) murni masa lalu.